berita sorotan Indonesia. com
SEMARANG – Dulu menjadi pusat perdagangan beras dan denyut nadi ekonomi Kota Semarang, kini Pasar Dargo terlihat redup. Gerbangnya masih kokoh berdiri, namun lorong-lorongnya sepi dan banyak kios terkunci rapat.
Aset bersejarah ini terancam meredup jika tidak segera mendapatkan sentuhan pembaruan.
Di balik deretan kios kosong, tersimpan potensi besar yang belum tergarap. Di tengah menjamurnya UMKM yang butuh tempat usaha strategis, Pasar Dargo bisa bertransformasi dari pasar tradisional biasa menjadi pusat ekonomi kreatif dan sentra usaha terpadu.
Revitalisasi tidak hanya soal memperbaiki bangunan, tapi juga menghidupkan kembali “ruh” pasar melalui aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Masyarakat dan pedagang menaruh harapan besar pada Pemerintah Kota Semarang. Beberapa langkah strategis yang bisa diwujudkan:
✅ Fasilitasi UMKM: Berikan sewa terjangkau atau bebas biaya awal agar pelaku usaha lokal mau mengisi kios kosong
✅ Perluas jenis usaha: Kembangkan menjadi sentra kuliner, kerajinan, batu mulia, hingga ruang kreatif anak muda
✅ Gelar acara rutin: Adakan festival budaya, bazar, atau pameran produk lokal untuk menarik pengunjung
✅ Terapkan digitalisasi: Bantu pedagang pakai sistem pembayaran digital dan jualan lewat platform daring.
Menghidupkan kembali Pasar Dargo butuh kerja sama semua pihak: dukungan pemerintah, kreativitas pelaku usaha, dan antusiasme masyarakat.
Dengan penataan yang tepat dan tetap menjaga nilai sejarahnya, pasar legendaris ini berpeluang besar kembali menjadi pusat ekonomi yang ramai dan modern di Semarang.
Penulis : Chriz
Editor : Yosep
Sumber Berita: Liputan
















