Sisi Lain di Balik Mahalnya Jajanan Rest Area Tol: Tercekik Biaya Operasional Jutaan Rupiah

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Sorotan Indonesia.

​CIREBON — Bagi para pemudik atau pengendara lintas kota, beristirahat di rest area jalan tol adalah sebuah kemewahan setelah berjam-jam menembus aspal.

Namun, ada satu hal yang kerap kali membuat dahi berkerut sebelum kantuk hilang: harga makanan dan minuman yang dinilai “getok harga” alias jauh di atas rata-rata.

​Ternyata, tingginya harga segelas kopi atau sepiring nasi di balik kaca etalase rest area bukan semata-mata karena pedagang ingin meraup untung kilat. Ada beban operasional raksasa yang harus mereka pikul setiap bulannya agar dapur tetap bisa mengepul.

​Jeritan hati para pedagang ini salah satunya disuarakan oleh Ibu Ida, seorang pemilik warung di Rest Area Tol Kanci, Cirebon. Kepada awak media, ia blak-blakan mengenai struktur biaya yang membuatnya terpaksa mematok harga lebih tinggi dari warung biasa di luar tol.

​Ibu Ida mengungkapkan bahwa untuk menyambung hidup dari dua kios yang dikelolanya, ia harus merogoh kocek yang tidak sedikit hanya untuk biaya sewa dan utilitas dasar.
​”Setiap bulan saya harus membayar biaya sewa, listrik, dan air yang mencapai sekitar Rp15 juta untuk dua kios,” ungkap Ibu Ida.

​Nilai Rp15 juta per bulan tentu bukan angka yang kecil untuk ukuran pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM).

Biaya tetap (fixed cost) yang tinggi ini belum termasuk modal bahan baku, gaji karyawan (jika ada), serta fluktuasi jumlah pengunjung tol yang tidak pasti setiap harinya—terutama di luar musim mudik atau libur nasional.

​Kondisi dilematis ini menunjukkan realitas yang jarang diketahui publik:

– ​Bukan Cari Untung Berlipat: Margin keuntungan murni yang diambil pedagang sebenarnya relatif standar.
– ​Tuntutan Pengelola: Fasilitas rest area yang bersih, toilet yang nyaman, dan parkir luas memerlukan biaya perawatan besar yang dibebankan kepada para penyewa lapak.
– ​Hukum Pasar Tol: Akses yang terbatas membuat rantai pasok bahan baku ke dalam rest area kadang memerlukan biaya logistik ekstra.

Baca Juga:  Komisi C DPRD Kota Semarang Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Semester I 2026, Tekankan Optimalisasi Program Daerah

​Membeli makanan di rest area tol memang membutuhkan anggaran lebih. Namun, memahami bahwa uang yang kita bayarkan juga mengalir untuk menyokong kehidupan para pelaku UMKM dan biaya operasional yang tinggi, mungkin bisa sedikit mengurangi rasa “dongkol” di dompet.

​Bagi Anda yang ingin menghemat, menyiasatinya dengan membawa bekal dari rumah untuk perjalanan jauh tetap menjadi pilihan paling bijak. Namun jika terpaksa membeli, ingatlah bahwa ada perjuangan bertahan hidup dari para pedagang lokal di balik setiap cup kopi yang Anda nikmati

Penulis : Karimun

Editor : Yosep

Sumber Berita: Liputan Cirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PNM DI DUGA MELAKUKAN LELANG TANPA SEPENGETAHUAN NASABAH
Sepi di Balik Riuh Jalan Parangkesit Raya: Nestapa Penjahit Jalanan Tlogosari Jelang Tahun Ajaran Baru
Komisi C DPRD Kota Semarang Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Semester I 2026, Tekankan Optimalisasi Program Daerah
Ketua DPRD Kota Semarang Tegaskan Komitmen Perkuat Perkoperasian melalui Peran Strategis Legislatif
NurulShine Fashion Semarang Raih Juara 2 Modest Wear Competition di IHBF 2026
KEPALA DESA SIDOLUHUR BANTAH TUDUHAN: PERANGKAT DESA TAK TERIMA SAPI HIBAH ATAS NAMA WARGA
Jangan Tolak Petugas Sensus Ekonomi 2026 atau Bersiap Kehilangan Akses Program Pemerintah
Jelajah 1.300 Km Sekali Isi Ulang, LEPAS L8 Standar Baru SUV PHEV Generasi Terkini
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:49 WIB

PNM DI DUGA MELAKUKAN LELANG TANPA SEPENGETAHUAN NASABAH

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:03 WIB

Sepi di Balik Riuh Jalan Parangkesit Raya: Nestapa Penjahit Jalanan Tlogosari Jelang Tahun Ajaran Baru

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Komisi C DPRD Kota Semarang Evaluasi Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Semester I 2026, Tekankan Optimalisasi Program Daerah

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:16 WIB

Ketua DPRD Kota Semarang Tegaskan Komitmen Perkuat Perkoperasian melalui Peran Strategis Legislatif

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:10 WIB

Sisi Lain di Balik Mahalnya Jajanan Rest Area Tol: Tercekik Biaya Operasional Jutaan Rupiah

Berita Terbaru