Berita Sorotan Indonesia.
SEMARANG – Buket snack kini tak sekadar menjadi bingkisan untuk berbagai momen istimewa. Dengan sentuhan kreativitas dan teknik pengemasan yang tepat, rangkaian makanan ringan tersebut dapat berubah menjadi produk bernilai ekonomi.
Inspirasi itulah yang dibawa ECA Creative Education dalam Workshop Buket Snack yang digelar dalam rangkaian acara Serah Terima Jabatan dan Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026).
Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik membuat buket snack, tetapi juga diajak melihat sisi lain dari sebuah keterampilan kreatif dan peluang untuk menghasilkan produk yang menarik dan memiliki nilai jual.
Suasana workshop berlangsung interaktif, peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan mulai dari menyiapkan bahan, menentukan komposisi, menyusun snack, hingga melakukan finishing dan pengemasan.
Dengan pendampingan dari ECA Creative Education, peserta kemudian mempraktikkan secara langsung pembuatan buket snack sesuai kreativitas masing-masing.
Windy Aryadewi, SH pemilik dan crafter Eca Creative Education, mengatakan bahwa keterampilan membuat buket snack relatif mudah dikembangkan karena bahan yang digunakan mudah ditemukan dan konsepnya dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.
“Saya ingin peserta tidak berhenti pada kemampuan membuat buket tapi saya ingin membuka wawasan bahwa kreativitas bisa menjadi peluang untuk berkarya sekaligus menghasilkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Windy, produk kreatif memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan. Buket dapat dibuat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hadiah ulang tahun, ucapan selamat, apresiasi, hingga berbagai acara khusus.
Karena itu, menurutnya, kemampuan mengolah produk sederhana menjadi karya yang menarik merupakan salah satu bentuk keterampilan yang dapat mendukung pemberdayaan perempuan.
Kegiatan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan aktivitas yang tidak hanya bersifat seremonial dalam agenda organisasi, tetapi juga memberikan pengalaman baru yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
ECA Creative Education sendiri selama ini konsisten mengembangkan pelatihan keterampilan kreatif, kerajinan tangan dan produk daur ulang. Peserta tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya, tetapi juga dikenalkan pada proses pengembangan produk hingga memiliki potensi untuk dipasarkan.
Bagi Windy, kreativitas bukan sekadar menghasilkan sesuatu yang indah tapi juga dapat menjadi pintu menuju kemandirian, produktivitas, dan pemberdayaan ekonomi.
Workshop Buket Snack dalam kegiatan DWP DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah pun menjadi contoh bagaimana sebuah kegiatan keterampilan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membuka perspektif baru tentang peluang usaha.
Antusiasme peserta selama mengikuti praktik menunjukkan bahwa kegiatan kreatif dapat menjadi ruang untuk belajar, berinteraksi, sekaligus mengembangkan potensi.
Melalui kegiatan tersebut, Windy yang juga berprofesi sebagai Advokat berharap semakin banyak perempuan yang berani menggali keterampilan, menghasilkan karya, dan melihat kreativitas sebagai salah satu modal untuk menjadi lebih produktif dan berdaya.
Penulis : Rauf
Editor : Yosep
Sumber Berita: Liputan

















