Bukan Serangan Orang Tak Dikenal: Fakta Sebenarnya Kasus Pembacokan Remaja di Semarang Berawal dari Duel Terencana Lewat Media Sosial

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritasorotanindonesia. com

SEMARANG – Polrestabes Semarang mengungkap fakta mengejutkan yang mengubah sepenuhnya dugaan awal kasus luka bacok yang menimpa seorang remaja di kawasan Sompok, Kecamatan Semarang Selatan.

Hasil penyelidikan mendalam membuktikan bahwa peristiwa tersebut bukanlah aksi kejahatan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK), melainkan merupakan pertarungan atau duel yang telah direncanakan dan disepakati bersama antar dua kelompok remaja, yang pengaturannya dilakukan secara terang-terangan melalui media sosial.

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan bahwa penyelidikan dimulai setelah pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Triyono, yang menyatakan bahwa anaknya berinisial ATK menjadi korban pembacokan secara tiba-tiba oleh pihak yang tidak dikenal.

Namun, setelah penyidik melakukan pemeriksaan saksi, menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi yang disebutkan, serta mendalami keterangan dari berbagai pihak, ditemukan ketidaksesuaian antara laporan awal dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi.

“Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, fakta lapangan menunjukkan bahwa peristiwa yang dilaporkan sebagai serangan orang tak dikenal itu tidak benar. Justru, keterangan tersebut merupakan rekayasa yang dibuat oleh korban dan pihaknya sendiri. Tujuannya adalah untuk menutupi kejadian aslinya karena merasa takut mendapatkan hukuman atau teguran dari orang tua,” ungkap Kompol Riki.

Berdasarkan bukti yang terkumpul, diketahui bahwa insiden tersebut bermula dari perselisihan yang berkembang di dunia maya. Terjadi saling tantang dan provokasi antara dua kelompok remaja, yaitu kelompok yang menamakan diri Spelda yang diwakili oleh korban ATK, dan kelompok Spelmawar yang diwakili oleh seorang remaja berinisial AQQ. Pertengkaran di media sosial yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu akhirnya disepakati untuk diselesaikan secara fisik dalam bentuk pertarungan yang disebut sebagai “duel gladiator”.

Kesepakatan itu kemudian diwujudkan pada malam yang sama, tepatnya hari Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan terowongan Jalan Pawiyatan Luhur, Kota Semarang. Dalam pertarungan tersebut, korban ATK mengalami luka tusuk di bagian bahu kanan yang mengharuskannya mendapatkan perawatan medis. Setelah kejadian, alih-alih mengakui peristiwa yang sebenarnya, korban justru membuat cerita bahwa ia diserang secara tiba-tiba oleh orang asing di wilayah Sompok.

Baca Juga:  Liga Askot 2026 Resmi Digelar: Ajang Pembinaan dan Pencarian Bibit Emas Sepak Bola Usia Dini Kota Semarang

Menyikapi peristiwa tersebut, penyidik dari Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perjudian dan Penyakit Masyarakat (Satres PPA dan PPO) Polrestabes Semarang telah mengamankan satu orang remaja berinisial AQQ yang diduga terlibat langsung dalam pertarungan.

Sejumlah barang bukti penting juga telah diamankan, antara lain telepon genggam yang digunakan untuk saling berkirim pesan tantangan, senjata tajam jenis celurit panjang yang diduga dipakai dalam pertarungan, pakaian yang dikenakan saat kejadian, serta rekaman video yang merekam jalannya duel tersebut.

Kompol Riki menegaskan bahwa proses hukum masih terus berjalan untuk mengungkap secara tuntas siapa saja pihak lain yang terlibat, baik sebagai pelaku maupun yang berperan mengatur dan memancing perselisihan.

Mengingat seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur, penanganan perkara ini dilakukan secara khusus dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak, serta melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk memberikan pendampingan dan pembinaan sesuai dengan ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak.

Pihak kepolisian juga menyampaikan imbauan yang tegas kepada seluruh orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama dalam penggunaan media sosial. Polisi mengingatkan bahwa dunia maya sering kali menjadi tempat berkembangnya provokasi, ujaran kebencian, hingga tantangan yang berujung pada tindakan kekerasan fisik yang membahayakan keselamatan jiwa. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, agar tidak menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di tengah lingkungan masyarakat

Penulis : Ichsan

Editor : Yosep

Sumber Berita: Humas Polrestabes Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Waspada Modus Jaminan SHGB Kedaluwarsa: Pemilik Toko Emas di Semarang Tertipu Pelanggan Lama Rp 4,1 M
LBH LSM Lira Jatim Bersama Lira Malang Raya Tetap Kawal Kasus Pembunuhan Mahasiswi: Eksepsi Terdakwa Ditolak, Sidang Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Pengaduan Dugaan Penggelapan Mobil Dihentikan, Penasihat Hukum Tunggu Gelar Perkara Khusus di Polda Jateng
Modus Tambak Udang Ilegal di Batang: Catut Izin Resmi, Geser Koordinat Lahan
Di Duga Masih Marak Judi Sabung Ayam Dan Dadu Di Kabupaten Demak Kota Wali
Berita ini 17 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 23:08 WIB

Waspada Modus Jaminan SHGB Kedaluwarsa: Pemilik Toko Emas di Semarang Tertipu Pelanggan Lama Rp 4,1 M

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:01 WIB

LBH LSM Lira Jatim Bersama Lira Malang Raya Tetap Kawal Kasus Pembunuhan Mahasiswi: Eksepsi Terdakwa Ditolak, Sidang Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:06 WIB

Bukan Serangan Orang Tak Dikenal: Fakta Sebenarnya Kasus Pembacokan Remaja di Semarang Berawal dari Duel Terencana Lewat Media Sosial

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:37 WIB

Pengaduan Dugaan Penggelapan Mobil Dihentikan, Penasihat Hukum Tunggu Gelar Perkara Khusus di Polda Jateng

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:30 WIB

Modus Tambak Udang Ilegal di Batang: Catut Izin Resmi, Geser Koordinat Lahan

Berita Terbaru