Dugaan PHK Sepihak, Upah di Bawah UMK dan BPJS Tak Didaftarkan, Pekerja Mengadu ke Disnaker Sumut

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Sorotan Indonesia.

Medan, 23 Juni 2026 – Dua pekerja, Henri Panggabean dan Dufril Siahaan, didampingi kuasa hukum Tribrata Hutauruk, SH., MH., dan Revai J. Nababan, mendatangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (23/6/2026) untuk menyampaikan pengaduan terkait dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan.

Kedatangan para pekerja bersama kuasa hukumnya turut disaksikan awak Media Berita Sorotan Indonesia. Mereka diterima oleh pengawas ketenagakerjaan di ruang kerja pengawas untuk menyampaikan kronologi permasalahan yang dialami serta menyerahkan dokumen yang berkaitan dengan laporan tersebut.

Dalam pengaduan yang disampaikan, para pekerja mengemukakan beberapa persoalan yang diduga bertentangan dengan ketentuan ketenagakerjaan, antara lain dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak, dugaan tidak didaftarkannya pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, serta dugaan pembayaran upah di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Medan.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut diisi dengan penyampaian kronologi, diskusi, serta penjelasan mengenai mekanisme pengaduan yang berlaku. Sebagai tindak lanjut, para pekerja bersama kuasa hukumnya menyampaikan laporan secara tertulis untuk diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Henri Panggabean dan Dufril Siahaan berharap laporan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Mereka juga berharap proses penanganan perkara dapat berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan memiliki tugas dan kewenangan dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap pelaksanaan norma ketenagakerjaan, termasuk menerima dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait hubungan kerja dan perlindungan tenaga kerja.

Perkembangan penanganan laporan tersebut selanjutnya akan menunggu proses dan tindak lanjut dari instansi terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga:  Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka, Penanganan Kasus Agus Palon Picu Perdebatan Hukum

Penulis : D. S

Editor : Yosep

Sumber Berita: Liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Melawan dengan Pedang dan Busur Panah, Terduga Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo Dilumpuhkan Polisi
Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Berpulang, Dunia Hukum Kehilangan Sosok Vokal
John L. Situmorang, S.H., M.H. Heran atas Penetapan Tersangka Kliennya, Desak Kapolda Jateng Evaluasi Kinerja Ditres PPA dan PPO
Siti Keluhkan Surat Pengalaman Kerja, PT Glory Bantah Menahan, Dugaan Keterlibatan MAA Perlu Diklarifikasi
Diduga Ada Aktivitas Ilegal Menggunakan Alat Berat di Jahawei, Seberang Desa Dahian Tunggal
Perusakan dan pencopotan MMT yang dilakukan Penyewa ,berujung dgn membuat LP ke Polres Ungaran
PH Andreas Soegihartono Soroti Eksekusi Rumah, John L. Situmorang: Putusan Lama Justru Menolak Dalil Wanprestasi
Afresiasi Kerja Cepat Resmob Polrestabes Semarang , Brio Klien JLS & Partners Ditemukan, pelaku inisial F.A telah Ditangkap
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Melawan dengan Pedang dan Busur Panah, Terduga Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo Dilumpuhkan Polisi

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Berpulang, Dunia Hukum Kehilangan Sosok Vokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:23 WIB

John L. Situmorang, S.H., M.H. Heran atas Penetapan Tersangka Kliennya, Desak Kapolda Jateng Evaluasi Kinerja Ditres PPA dan PPO

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Siti Keluhkan Surat Pengalaman Kerja, PT Glory Bantah Menahan, Dugaan Keterlibatan MAA Perlu Diklarifikasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Perusakan dan pencopotan MMT yang dilakukan Penyewa ,berujung dgn membuat LP ke Polres Ungaran

Berita Terbaru