SEMARANG — Pegadaian Kanwil Semarang mencatat adanya tren peningkatan aktivitas gadai emas secara harian (day-to-day) memasuki pertengahan tahun ini. Lonjakan tersebut dipicu oleh momentum tahun ajaran baru sekolah, di mana para orang tua berbondong-bondong memanfaatkan sifat likuiditas emas untuk mendapatkan dana segar demi memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak.
Deputi Operasional Pegadaian Kanwil Semarang, Andriansyah, membenarkan bahwa pergerakan bisnis gadai emas terus merangkak naik seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat menyambut tahun ajaran baru.
“Untuk gadai emas itu makin hari makin meningkat, ya. Sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat juga, apalagi sekarang sudah mau masuk ke masa sekolah. Ada kebutuhan-kebutuhan, itu masyarakat bisa menitipkan emasnya di Pegadaian, kemudian mendapatkan dana segar,” ujar Andriansyah usai acara Media Gathering di Gade Resto Semarang, Rabu (17/06/2026).
Menurut Andriansyah, emas tetap menjadi primadona dan pilihan utama masyarakat dalam mencari dana darurat karena sifatnya yang sangat likuid. Prosesnya pun tergolong sangat instan; masyarakat cukup membawa emas ke kantor Pegadaian untuk ditaksir, dan hanya dalam waktu sekitar 15 menit, dana tunai sudah bisa dicairkan. Melalui skema gadai ini, para orang tua bisa memenuhi kebutuhan sekolah anak tanpa harus kehilangan aset mereka, karena emas dapat ditebus kembali setelah keuangan keluarga stabil.
Selain sebagai solusi dana cepat, tingginya minat masyarakat terhadap emas juga didorong oleh kesadaran bahwa komoditas ini merupakan instrumen investasi jangka panjang yang aman (safe haven) yang mampu melindungi nilai aset dari gejolak ekonomi global. ***
Penulis : Prast
Sumber Berita: Wawancara















