Berita Sorotan Indonesia
SEMARANG – Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Semarang, Anton Nikijuluw, secara resmi membuka kejuaraan Liga Askot 2026 yang dikhususkan bagi kelompok usia 10 hingga 12 tahun.
Upacara pembukaan berlangsung meriah di Lapangan Sitrombo, wilayah Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, pada hari Minggu, 14 Juni 2026, dan dihadiri oleh pengurus Askot, pelatih, serta ratusan peserta dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di kota ini.
Dalam sambutannya, Anton Nikijuluw menegaskan bahwa penyelenggaraan Liga Askot bukan sekadar ajang pertandingan biasa, melainkan menjadi fondasi utama dalam sistem pembinaan sepak bola usia dini di Semarang.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah nyata bagi seluruh SSB yang telah terdaftar dan bernaung di bawah naungan Askot untuk mengembangkan bakat sekaligus mengukur kualitas program pelatihan yang selama ini diterapkan.
“Liga ini menjadi ruang penerapan sekaligus evaluasi. Apa yang telah diajarkan oleh para pelatih di setiap SSB selama latihan rutin, bisa langsung dilihat dan dinilai hasilnya di lapangan hijau. Dengan begitu, kita dapat mengetahui aspek mana yang sudah baik dan bagian apa yang masih perlu diperbaiki agar pembinaan berjalan lebih terarah,” jelas Anton.
Ia juga menyampaikan data perkembangan dunia sepak bola akar rumput di Semarang. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 80 SSB yang telah terdaftar secara resmi di Askot, namun yang secara konsisten aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembinaan dan kompetisi berjumlah sekitar 50 lembaga. Keikutsertaan dalam liga ini menjadi bukti keseriusan masing-masing SSB dalam memajukan olahraga sepak bola di tingkat dasar.
Salah satu tujuan strategis dari penyelenggaraan turnamen tahunan ini adalah menjaring dan menemukan bibit-bibit pemain berbakat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Para peserta yang menunjukkan kemampuan teknis, mental juara, dan karakter bermain yang baik nantinya akan dipersiapkan untuk memperkuat tim perwakilan Kota Semarang dalam ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Daerah (Popda) hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di masa mendatang.
“Kami berharap dari kompetisi ini lahir pemain-pemain unggulan yang kelak bisa mengharumkan nama daerah. Setiap tahunnya, Liga Askot menjadi agenda rutin yang berfungsi sebagai tolok ukur keberhasilan pembinaan, sekaligus mendorong para atlet muda untuk terus meningkatkan kemampuan menuju jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.
Dengan digelarnya Liga Askot 2026 ini, diharapkan persaingan berlangsung dalam suasana sportivitas tinggi, menjunjung nilai-nilai kejujuran, serta membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan sepak bola Kota Semarang agar semakin maju dan berprestasi.
Penulis : Yosep
Editor : Yosep
Sumber Berita: Liputan langsung















