Ketegangan yang sempat memuncak perlahan mulai mereda dan situasi kembali kondusif setelah Ketua DPRD Kota Bekasi memutuskan untuk turun menemui perwakilan massa langsung di halaman depan gedung. Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka tersebut, pimpinan lembaga legislatif menerima secara resmi naskah berisi daftar tuntutan yang diserahkan para mahasiswa.
“Kami dengan lapang dada menerima aspirasi yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa. Setiap poin yang tercantum akan kami kaji dan bahas secara mendalam serta serius dalam forum rapat internal DPRD. Kami sangat menghargai semangat demokrasi, kepedulian, dan peran aktif yang ditunjukkan oleh generasi muda ini dalam mengawasi jalannya pemerintahan,” ujar Ketua DPRD Kota Bekasi kepada awak media usai menerima aspirasi.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga ketertiban umum, jajaran Polres Metro Bekasi Kota telah menurunkan sejumlah personel yang cukup untuk mengamankan jalannya aksi, mengatur arus kendaraan, serta memisahkan massa dengan lalu lintas agar tidak meluas ke jalan raya lain. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Bekasi juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat luas untuk menggunakan jalur alternatif selama aksi berlangsung guna menghindari kemacetan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, massa aksi mulai membubarkan diri secara tertib dan jalan yang sempat diblokade dibuka kembali sepenuhnya, sehingga arus lalu lintas di kawasan Jalan Chairil Anwar perlahan kembali berjalan normal seperti sediakala.
Di tengah masyarakat, aksi ini menuai beragam tanggapan. Sebagian warga mendukung dan mengapresiasi keberanian mahasiswa yang mengangkat isu-isu krusial yang memang menjadi kebutuhan mendesak warga. Namun, tidak sedikit pula yang menyampaikan kekhawatiran, terutama terkait gangguan aktivitas ekonomi dan perjalanan harian akibat kemacetan yang terjadi.
“Kami tidak sekadar berteriak, melainkan mengingatkan agar lembaga wakil rakyat dan pemerintah daerah benar-benar mendengar apa yang dibutuhkan masyarakat. Kami berharap DPRD tidak hanya menerima kertas tuntutan ini saja, tetapi segera menindaklanjutinya dengan tindakan nyata dan tidak sekadar janji manis,” tegas salah satu koordinator lapangan aksi.
Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi pun menegaskan sikapnya, bahwa mereka tidak akan berhenti di sini. Pengawalan terhadap setiap poin aspirasi yang telah disampaikan akan terus dilakukan secara ketat. Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada tanggapan maupun tindak lanjut yang nyata dan memuaskan, maka pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar untuk menuntut komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. ***
Penulis : Rauf
Sumber Berita: Liputan
Halaman : 1 2















