Viral Disebut Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu/Kg, Rumah Susanah Dipasangi Garis Pembatas

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Sorotan Indonesia.

Bogor – Rumah Susanah (38), warga Kampung Ciuncal, RT 01/RW 04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi perhatian publik setelah namanya ramai diperbincangkan di media sosial.

Perempuan yang disebut sebagai buruh pengupas bawang tersebut menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut adanya pekerja pengupas bawang yang menerima upah hingga Rp700.000 per kilogram.

Pernyataan itu kemudian memicu perhatian masyarakat dan membuat sejumlah awak media mendatangi kediaman Susanah untuk menggali informasi mengenai sosok serta aktivitas sehari-harinya.

Ramainya kedatangan orang ke rumah Susanah kemudian mendapat perhatian perangkat lingkungan setempat. Garis pembatas berwarna kuning dipasang di sekitar kediaman Susanah sebagai upaya mengendalikan keramaian dan menjaga kenyamanan keluarga.

Garis Pembatas Terlihat di Rumah Susanah.

Pantauan di lokasi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, terlihat potongan garis pembatas berwarna kuning terikat pada bagian atap teras rumah Susanah.

Meski demikian, garis tersebut tidak dipasang secara penuh hingga menutup seluruh akses menuju rumah. Warga maupun pihak lain masih dapat melihat akses masuk ke kediaman tersebut.

Gulungan garis pembatas serupa juga terlihat di sebuah bangunan milik warga yang berada di ujung gang menuju rumah Susanah. Bangunan tersebut selama ini biasa digunakan warga untuk berkumpul sekaligus sebagai pos keamanan lingkungan.

Menurut Iis, istri Ketua RT setempat, pemasangan garis pembatas tersebut telah dilakukan beberapa hari sebelum Senin.
Saat pemasangan dilakukan, Susanah bersama suaminya, Didim, diketahui sedang berada di Jakarta.

Bukan Karena Perkara Hukum
Iis menjelaskan, pemasangan pembatas dilakukan setelah perangkat lingkungan setempat membahas kondisi rumah Susanah yang dalam beberapa hari terakhir ramai didatangi awak media.

Baca Juga:  Ratusan Aliansi Mahasiswa Bekasi Blokade Jalan Depan DPRD: Sempat Memanas saat Ingin Terobos Komplek untuk Sampaikan 13 Tuntutan

Pembahasan tersebut melibatkan sejumlah unsur lingkungan, di antaranya Ketua RW, kepala desa, dan kepala dusun.Langkah tersebut, menurutnya, lebih berkaitan dengan kondisi lingkungan serta banyaknya aktivitas orang yang datang ke kediaman Susanah setelah sosoknya menjadi perhatian publik.

Kondisi itu dinilai perlu dikendalikan agar keluarga Susanah tetap merasa nyaman di tengah meningkatnya perhatian masyarakat.Lindungi Psikologis Anak-anak Susanah, selain mengurangi keramaian, pemasangan garis pembatas juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga kondisi psikologis anak-anak Susanah.

Keluarga yang sebelumnya menjalani kehidupan secara normal harus menghadapi perhatian publik setelah nama Susanah viral dan rumahnya didatangi sejumlah awak media.

Karena itu, perangkat lingkungan mengambil langkah untuk membatasi aktivitas di sekitar rumah tanpa menutup akses secara keseluruhan. Hingga Senin (17/8/2026), garis pembatas tersebut masih terlihat terpasang di bagian rumah Susanah dan bangunan warga di sekitar gang.

Pemasangan pembatas tersebut dilakukan sebagai langkah lingkungan untuk menjaga ketertiban serta memberikan ruang bagi keluarga Susanah agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang di tengah sorotan publik.

Penulis : Chriz

Editor : Yosep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kerangka Perempuan Ditemukan di Jangli, Diduga Mozza Axillia Gunarsa
Kapolsek Tugu Pimpin Pengecekan TKP Kebakaran Rumah Lantai 2 di Mangkang Kulon
Mobil Pikap dan Sepeda Motor Terbakar di Jalan Krokosono Semarang
Polsek Semarang Tengah Sigap Tangani Penemuan Pria Meninggal Dunia di Hotel Singapore, Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Respon Cepat Polsek Tugu Tangani Kebakaran Jerami di Perbatasan Karanganyar–Tugurejo, Penyebab Masih Diselidiki
Diduga Keracunan MBG di Semarang, Kepala BGN Temui Korban dan Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung
Tragedi Laut di Perairan Madura, KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Empat Penumpang Tewas dan Ratusan Dievakuasi
Taruna Akpol Tewas di Area Kompleks AKPOL, Penyebab Kematian Masih Diselidiki Polisi
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:03 WIB

Kerangka Perempuan Ditemukan di Jangli, Diduga Mozza Axillia Gunarsa

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Kapolsek Tugu Pimpin Pengecekan TKP Kebakaran Rumah Lantai 2 di Mangkang Kulon

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Mobil Pikap dan Sepeda Motor Terbakar di Jalan Krokosono Semarang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Viral Disebut Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu/Kg, Rumah Susanah Dipasangi Garis Pembatas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Polsek Semarang Tengah Sigap Tangani Penemuan Pria Meninggal Dunia di Hotel Singapore, Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Berita Terbaru